Pengumpan RSS

Percuma

Posted on

Percuma,
laut sudah terbiasa
menampung riaknya
serta gelombang dan badai di malamnya
hujan tak lagi berguna
bukankah malam berganti siang dengan sendirinya
tanpa harus ada kata meminta
tanpa tahu artinya luka
lalu dunia seperti apa
yang menanti disana
Tanpa pintu dan jendela
harus terus mencari cara
untuk tersenyum dan menerima
bila memaki adalah dosa
maka biarkan badai menghancurkan semuanya
hingga tak ada lagi sisa
tak perlu lagi air mata
biar matahari sirna
biar kita mati saja

Iklan

About ai

perkenalkan, saya adalah ai lahir di sebuah kota kecil kemudian melewatkan tahun demi tahun di beberapa kota berbeda saat ini menetap di jakarta puisi adalah media untuk saya bercerita mengalirkan rasa melalui kata-kata mungkin akan selalu berkaitan dengan alam karena alam ini milik kita seperti hal nya kata-kata saya ingin mengalirkan kata-kata dengan sederhana

8 responses »

  1. Jalan masih panjang…
    Jangan putus asa gitu dong…
    😀

    Balas
  2. Sepertinya anda mesti sedikit lebih bersabar dan menghargai hidup anda sekarang…:) A lot more that we can do with our life… rather than regret and surrender…

    Balas
  3. biarlah semua kesalmu lenyap tak bersisa bersama buih di lautan yang tak tau dimana arah labuhnya,…
    kini hanya harapan akan hidup yang lebih indah dan bermakna meninggalkan kejenuhan dan memori busuk yang telah menyapamu untuk kau sambut,..
    hidup tak akan sama seperti apa yang telah kau lalui,…

    Balas
  4. thanks for interpreting
    but actually
    it’s not about live’s regreting
    it’s about accepting a segment of live

    about acceptance
    and it isn’t coloured as black or grey

    Balas
  5. for me
    smile is to be drawn in your face… either by someone beside you, or by things happened, or by you yourself.
    if nothing or noone else in this world could ever draw my smile. i draw it myself. the heck?!

    Balas
  6. very naisssss sist .. ^^
    sometimes, world is just like a cup of coffee
    too bitter or too plain
    then, we can add a spoon of sugar to make it nice
    and the sugar is a smile
    after that, add a spoon of cream too
    we can call it as laugh

    and the bitter disappear =)

    Balas
  7. Hidup adalah perjuangan,

    karenanya,
    hidup bermakna perubahan,
    hidup adalah perbaikan,
    hidup adalah pengabdian,
    dan hidup adalah ibadah,

    sebelum jiwa terlepas dari raga,
    dan sebelum kaki menginjak pintu surga,
    haram hukumnya berputus asa,

    🙂

    nice post

    Balas
  8. matur suwun ..

    mungkin saja ,
    ini bukan putus asa
    tapi belajar menerima
    karena ..

    ” laut sudah terbiasa
    menampung riaknya
    serta gelombang dan badai di malamnya ”

    thanks for interpreting eniweiiii ^^

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: